Apa Itu KIS dan Bedanya dengan BPJS Kesehatan

Apa Itu KIS dan Bedanya dengan BPJS Kesehatan

Smallest Font
Largest Font

Memahami apa itu KIS atau Kartu Indonesia Sehat menjadi hal yang sangat krusial bagi setiap warga negara, terutama dalam mengakses layanan kesehatan yang layak tanpa terkendala biaya. Secara garis besar, KIS adalah sebuah identitas atau kartu tanda peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Kehadiran program ini merupakan realisasi dari komitmen pemerintah untuk mewujudkan cakupan kesehatan semesta atau Universal Health Coverage di seluruh pelosok tanah air.

Meskipun sering dianggap sama dengan BPJS Kesehatan, KIS sebenarnya memiliki segmentasi dan karakteristik yang spesifik. Program ini diluncurkan secara resmi pada era pemerintahan Presiden Joko Widodo sebagai pengembangan dari program jaminan kesehatan sebelumnya. Tujuan utamanya adalah memastikan masyarakat dari kalangan kurang mampu mendapatkan akses pengobatan medis, baik untuk pencegahan (preventif) maupun pengobatan (kuratif), tanpa harus memikirkan iuran bulanan yang memberatkan. Melalui integrasi ke dalam sistem JKN, pemegang KIS kini memiliki hak yang setara dalam mendapatkan pelayanan di berbagai fasilitas kesehatan rekanan.

Istilah apa itu KIS seringkali merujuk pada program bantuan sosial di bidang kesehatan. Namun, seiring berjalannya waktu, istilah ini sering digunakan secara bergantian dengan BPJS Kesehatan oleh masyarakat umum. Penting untuk dicatat bahwa kepemilikan kartu ini bukan sekadar formalitas, melainkan jaminan perlindungan finansial saat risiko sakit datang secara tiba-tiba. Dengan memahami fungsi dan mekanismenya, kita bisa memanfaatkan fasilitas negara ini dengan lebih optimal untuk menjaga produktivitas dan kesejahteraan keluarga.

Sejarah dan Latar Belakang Munculnya Kartu Indonesia Sehat

Lahirnya Kartu Indonesia Sehat tidak lepas dari transformasi besar-besaran sistem jaminan sosial di Indonesia. Sebelum tahun 2014, Indonesia memiliki beragam skema jaminan kesehatan seperti Jamkesmas untuk warga miskin, Askes untuk PNS, dan Jamsostek untuk karyawan swasta. Fragmentasi ini menyebabkan tumpang tindih regulasi dan ketidaksetaraan kualitas layanan. Oleh karena itu, melalui Undang-Undang No. 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN), pemerintah menyatukan seluruh skema tersebut di bawah satu payung besar.

Pada tahun 2014, BPJS Kesehatan mulai beroperasi, dan setahun kemudian, Kartu Indonesia Sehat (KIS) diperkenalkan sebagai identitas baru bagi peserta JKN. Awalnya, KIS dikhususkan bagi masyarakat yang masuk dalam kategori Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) atau warga miskin yang iurannya dibayarkan oleh pemerintah (Penerima Bantuan Iuran atau PBI). Namun, seiring dengan standarisasi administratif, saat ini seluruh peserta BPJS Kesehatan secara bertahap menggunakan identitas KIS sebagai kartu resmi mereka.

Infografis sejarah kartu indonesia sehat
Transformasi sistem jaminan kesehatan di Indonesia menuju satu identitas tunggal melalui KIS.

Perbedaan Fundamental Antara KIS dan BPJS Kesehatan

Banyak orang masih bingung mengenai perbedaan antara apa itu KIS dan BPJS Kesehatan. Secara teknis, BPJS Kesehatan adalah badan hukum atau penyelenggaranya, sedangkan KIS adalah nama program atau identitas kartunya. Namun, dalam konteks operasional, terdapat perbedaan mencolok terutama pada target sasaran dan kewajiban membayar iuran.

Berikut adalah tabel perbandingan untuk membantu Anda memahami perbedaan keduanya secara lebih mendalam:

Kriteria PerbandinganKartu Indonesia Sehat (KIS/PBI)BPJS Kesehatan (Non-PBI)
Target PesertaMasyarakat kurang mampu/miskin (PBI)Masyarakat mampu, pekerja, dan mandiri
Iuran BulananGratis (Dibayar Pemerintah)Berbayar sesuai kelas (1, 2, atau 3)
Fasilitas KesehatanPuskesmas/Faskes tingkat pertamaBebas memilih faskes tingkat pertama
Cakupan WilayahBerlaku di seluruh IndonesiaBerlaku di seluruh Indonesia
Syarat PendaftaranTerdaftar di DTKS KemensosPendaftaran mandiri atau kolektif perusahaan

Dari tabel di atas, terlihat jelas bahwa KIS PBI ditujukan untuk aspek keadilan sosial bagi mereka yang secara ekonomi belum mampu membayar premi secara mandiri. Sebaliknya, BPJS Kesehatan kategori mandiri atau pekerja mengusung konsep gotong royong, di mana mereka yang mampu membantu membiayai sistem agar tetap berkelanjutan.

Kriteria Peserta yang Berhak Mendapatkan KIS PBI

Tidak semua orang bisa mendapatkan KIS yang iurannya ditanggung pemerintah. Ada kriteria ketat yang ditetapkan oleh Kementerian Sosial untuk menyaring siapa saja yang layak masuk dalam Daftar Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Hal ini dilakukan agar subsidi negara tepat sasaran.

  • Masyarakat Miskin: Seseorang yang sama sekali tidak mempunyai sumber mata pencaharian dan/atau mempunyai sumber mata pencaharian tetapi tidak mempunyai kemampuan memenuhi kebutuhan dasar yang layak.
  • Orang Tidak Mampu: Seseorang yang mempunyai sumber mata pencaharian, gaji, atau upah yang hanya mampu memenuhi kebutuhan dasar yang layak namun tidak mampu membayar iuran bagi dirinya dan keluarganya.
  • Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS): Termasuk di antaranya adalah gelandangan, pengemis, anak jalanan, dan mereka yang berada di panti sosial.
"Jaminan kesehatan bukan sekadar fasilitas, melainkan hak asasi manusia yang harus dijamin oleh negara untuk memastikan setiap jiwa memiliki kesempatan untuk sembuh tanpa jatuh miskin." - Kutipan Pakar Kebijakan Publik.

Jika Anda merasa memenuhi kriteria tersebut tetapi belum memiliki KIS, Anda dapat mengajukan diri melalui mekanisme pendaftaran di kelurahan atau dinas sosial setempat dengan membawa dokumen pendukung seperti KTP dan Kartu Keluarga.

Proses pendaftaran kartu indonesia sehat di kantor dinas sosial
Masyarakat dapat mengajukan pendaftaran KIS melalui jalur koordinasi dengan Dinas Sosial setempat.

Manfaat Luas Memiliki Kartu Indonesia Sehat

Apa saja manfaat yang didapatkan setelah mengetahui apa itu KIS dan memilikinya? Manfaatnya sangat luas, mencakup hampir semua jenis tindakan medis sesuai dengan indikasi dari dokter. Program ini tidak hanya melayani penyakit ringan seperti flu atau demam, tetapi juga prosedur medis yang membutuhkan biaya sangat mahal.

  1. Layanan Rawat Jalan: Mencakup konsultasi dokter, pemeriksaan penunjang (laboratorium, rontgen), dan obat-obatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).
  2. Layanan Rawat Inap: Biaya kamar, tindakan bedah, serta perawatan intensif sesuai kelas yang ditentukan.
  3. Persalinan: KIS menjamin biaya persalinan normal maupun melalui tindakan medis tertentu (sesuai indikasi medis) baik di puskesmas maupun rumah sakit.
  4. Perawatan Penyakit Kronis: Penyakit seperti cuci darah (hemodialisa), penyakit jantung, dan kanker yang membutuhkan biaya ratusan juta rupiah per tahun juga dijamin oleh KIS.
  5. Ambulans: Layanan penjemputan atau pengantaran pasien antar fasilitas kesehatan untuk kondisi gawat darurat.

Cara Mengecek Status Keaktifan Kartu Secara Online

Banyak warga yang mengeluhkan kartunya tidak bisa digunakan saat berada di rumah sakit karena statusnya non-aktif. Hal ini bisa terjadi karena data di DTKS tidak terupdate atau masalah administratif lainnya. Oleh karena itu, penting bagi pemegang kartu untuk melakukan pengecekan secara berkala.

Saat ini, mengecek status KIS sudah sangat mudah dan tidak perlu mengantre di kantor BPJS Kesehatan. Anda bisa menggunakan beberapa metode berikut:

  • Aplikasi Mobile JKN: Unduh di Play Store atau App Store, daftar menggunakan nomor kartu atau NIK, dan lihat status kepesertaan Anda di menu utama.
  • Chat Assistant JKN (CHIKA): Anda bisa menghubungi WhatsApp resmi BPJS Kesehatan di nomor 08118750400 untuk menanyakan status kartu secara otomatis.
  • Voice Command (VIKA): Layanan melalui telepon rumah atau ponsel ke Call Center 165.
  • Petugas BPJS SATU: Petugas yang biasanya stand-by di rumah sakit rekanan untuk membantu koordinasi pasien KIS.
Tampilan aplikasi mobile jkn untuk cek kartu indonesia sehat
Memantau status keaktifan KIS secara rutin melalui aplikasi Mobile JKN untuk menghindari kendala saat darurat.

Layanan Kesehatan yang Tidak Dijamin oleh KIS

Meskipun cakupan KIS sangat luas, ada beberapa jenis layanan yang secara regulasi tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Pengetahuan ini penting agar Anda tidak kaget saat ada tagihan yang muncul di luar skema jaminan.

  • Tindakan Estetika/Kecantikan: Operasi plastik untuk tujuan kecantikan atau perawatan kulit kosmetik.
  • Pengobatan Infertilitas: Seperti program bayi tabung atau pengobatan gangguan kesuburan lainnya.
  • Gangguan Kesehatan Akibat Ketergantungan: Misalnya pengobatan akibat ketergantungan narkoba atau alkohol yang dilakukan secara sengaja.
  • Pengobatan Alternatif: Seperti bekam, akupunktur (kecuali yang bersertifikasi medis tertentu), atau pengobatan tradisional lainnya yang belum diakui secara klinis oleh Kemenkes.
  • Kesehatan di Luar Negeri: KIS hanya berlaku di wilayah kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Memaksimalkan Hak Kesehatan Melalui JKN KIS

Setelah mengupas tuntas mengenai apa itu KIS, kita dapat menyimpulkan bahwa program ini adalah pondasi utama pertahanan kesehatan masyarakat Indonesia. Keberadaan KIS telah menyelamatkan jutaan keluarga dari kebangkrutan ekonomi akibat biaya rumah sakit yang tak terjangkau. Namun, efektivitas program ini juga sangat bergantung pada pembaruan data yang dilakukan oleh pemerintah daerah dan kesadaran masyarakat untuk mematuhi prosedur rujukan berjenjang.

Vonis akhirnya, KIS bukan sekadar kartu sakti untuk orang sakit, melainkan simbol kehadiran negara dalam memberikan rasa aman bagi warganya. Bagi Anda yang memiliki KIS, pastikan untuk menjaga kartu tersebut dengan baik dan selalu update data kependudukan (NIK) di Dukcapil agar sinkronisasi data dengan BPJS Kesehatan tetap lancar. Di masa depan, integrasi sistem digital melalui NIK sebagai identitas tunggal akan semakin memudahkan proses administrasi, sehingga tidak ada lagi hambatan bagi masyarakat miskin untuk mendapatkan hak sehatnya. Jadi, pastikan Anda paham apa itu KIS dan bagaimana cara mengoptimalkannya demi masa depan keluarga yang lebih sehat dan terjamin.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow