Telinga Kanan Berdenging dan Penyebab Medis yang Perlu Diwaspadai

Telinga Kanan Berdenging dan Penyebab Medis yang Perlu Diwaspadai

Smallest Font
Largest Font

Pernahkah Anda secara tiba-tiba merasakan sensasi suara berdenging, mendesis, atau menderu yang hanya terasa di salah satu sisi kepala? Kondisi telinga kanan berdenging dalam dunia medis dikenal dengan istilah tinnitus. Meskipun sering kali dianggap sebagai hal yang sepele atau bahkan dikaitkan dengan mitos-mitos tertentu di masyarakat Indonesia, secara klinis tinnitus bukanlah sebuah penyakit, melainkan gejala dari kondisi kesehatan yang mendasarinya.

Sensasi ini bisa muncul dalam durasi yang singkat atau bahkan menetap selama berhari-hari. Mengidentifikasi apakah gangguan ini bersifat sementara atau kronis sangat penting untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya. Tinnitus dapat memengaruhi konsentrasi, pola tidur, hingga kondisi psikologis penderitanya jika tidak ditangani dengan tepat oleh tenaga profesional medis, terutama spesialis Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT).

Anatomi telinga manusia yang mengalami tinnitus
Memahami struktur anatomi telinga sangat membantu dalam mengidentifikasi asal suara berdenging pada telinga kanan.

Memahami Penyebab Telinga Kanan Berdenging Secara Klinis

Penyebab munculnya suara berdenging di telinga kanan sangat bervariasi, mulai dari masalah ringan di liang telinga hingga gangguan pada saraf pendengaran yang lebih kompleks. Berikut adalah beberapa faktor penyebab yang paling sering ditemukan secara klinis:

1. Penumpukan Kotoran Telinga (Serumen Prop)

Salah satu penyebab paling umum dan sederhana dari telinga kanan berdenging adalah penumpukan kotoran telinga. Ketika serumen atau kotoran telinga mengeras dan menyumbat saluran telinga, tekanan di dalam telinga akan berubah. Hal ini tidak hanya memicu suara berdenging, tetapi juga dapat menyebabkan penurunan pendengaran sementara dan rasa penuh di dalam telinga.

2. Paparan Suara Bising yang Berlebihan

Kerusakan pada sel-sel rambut halus di telinga dalam akibat suara yang terlalu keras (seperti ledakan, musik konser, atau penggunaan earphone dengan volume tinggi) adalah pemicu utama tinnitus. Jika paparan ini lebih dominan terjadi pada sisi kanan, maka telinga kanan akan lebih sering berdenging. Kondisi ini sering disebut dengan Noise-Induced Hearing Loss (NIHL).

3. Infeksi Saluran Telinga Tengah (Otitis Media)

Infeksi yang menyebabkan peradangan atau penumpukan cairan di belakang gendang telinga dapat mengganggu transmisi suara. Peradangan ini sering kali memicu sensasi berdenging yang disertai dengan rasa nyeri atau demam ringan. Jika infeksi terjadi di telinga kanan, maka tinnitus akan terlokalisasi di sisi tersebut.

4. Perubahan Tulang Telinga (Otosklerosis)

Otosklerosis adalah kondisi genetik di mana terjadi pertumbuhan tulang yang tidak normal di telinga tengah. Hal ini menyebabkan tulang-tulang pendengaran tidak dapat bergetar dengan benar untuk menghantarkan suara, yang pada akhirnya memicu munculnya suara denging atau tinnitus.

Perbedaan Tinnitus Subjektif dan Objektif

Penting bagi pasien untuk memahami jenis tinnitus yang mereka alami guna memudahkan dokter dalam melakukan diagnosis. Berikut adalah tabel perbandingan antara tinnitus subjektif dan objektif:

Aspek PerbandinganTinnitus SubjektifTinnitus Objektif
DefinisiSuara yang hanya bisa didengar oleh penderita sendiri.Suara yang bisa didengar oleh dokter saat pemeriksaan.
PrevalensiSangat umum (95% kasus).Sangat jarang terjadi.
Penyebab UtamaMasalah saraf pendengaran, paparan bising, usia.Gangguan pembuluh darah atau kontraksi otot.
Karakteristik SuaraDenging tinggi, desis, atau siulan konstan.Suara berdenyut (pulsatil) mengikuti detak jantung.
Pemeriksaan audiometri untuk mendeteksi tinnitus
Pemeriksaan audiometri dilakukan untuk mengukur tingkat keparahan gangguan pendengaran yang menyertai telinga berdenging.

Faktor Risiko dan Kondisi Kesehatan Terkait

Selain penyebab mekanis di dalam telinga, beberapa kondisi kesehatan sistemik juga dapat memicu telinga kanan berdenging. Memahami faktor risiko ini membantu dalam melakukan pencegahan sejak dini.

  • Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi): Aliran darah yang sangat kuat melalui arteri karotis di dekat telinga dapat menciptakan suara berdenging yang berdenyut.
  • Penyakit Meniere: Gangguan pada telinga dalam yang disebabkan oleh tekanan cairan yang tidak normal, biasanya ditandai dengan pusing berputar (vertigo) dan tinnitus.
  • Neuroma Akustik: Tumor jinak pada saraf kranial yang menghubungkan telinga dalam dengan otak. Gejalanya biasanya hanya terjadi pada satu sisi telinga (unilateral).
  • Gangguan Sendi Rahang (TMJ): Masalah pada sendi di depan telinga yang digunakan untuk mengunyah dapat menyebabkan otot-otot di sekitar telinga menegang dan memicu tinnitus.
"Tinnitus unilateral atau berdenging yang hanya terjadi di satu sisi telinga seperti telinga kanan saja, memerlukan perhatian khusus untuk menyingkirkan kemungkinan adanya massa atau tumor pada saraf pendengaran."

Kapan Anda Harus Segera Menemui Dokter?

Meskipun banyak kasus tinnitus yang hilang dengan sendirinya, ada beberapa tanda bahaya (red flags) yang mengharuskan Anda segera berkonsultasi dengan dokter spesialis THT. Jangan menunda jika Anda mengalami hal-hal berikut:

  1. Telinga berdenging terjadi secara mendadak tanpa penyebab yang jelas.
  2. Suara denging disertai dengan pusing berputar (vertigo) atau hilangnya keseimbangan.
  3. Terjadi penurunan pendengaran yang drastis pada salah satu telinga.
  4. Suara berdenging terdengar berdenyut seirama dengan detak jantung (pulsatile tinnitus).
  5. Muncul rasa cemas berlebihan atau depresi akibat gangguan suara yang tidak kunjung hilang.
Penggunaan pelindung telinga untuk mencegah tinnitus
Mencegah lebih baik daripada mengobati; gunakan pelindung telinga saat berada di lingkungan yang bising.

Metode Penanganan dan Cara Mengatasi Telinga Berdenging

Penanganan untuk telinga kanan berdenging sangat bergantung pada penyebab utamanya. Dokter akan melakukan serangkaian tes seperti audiometri, timpanometri, atau bahkan MRI jika dicurigai adanya gangguan saraf. Berikut adalah beberapa metode penanganan yang umum dilakukan:

Terapi Suara (Sound Therapy)

Terapi ini menggunakan perangkat yang menghasilkan suara latar belakang yang menenangkan (white noise) untuk menutupi suara denging di telinga. Tujuannya adalah membantu otak terbiasa dan akhirnya mengabaikan suara tinnitus tersebut.

Pembersihan Serumen secara Profesional

Jika penyebabnya adalah kotoran telinga, dokter akan melakukan tindakan ekstraksi serumen menggunakan alat khusus atau irigasi telinga. Hindari menggunakan cotton bud sendiri di rumah karena berisiko mendorong kotoran lebih dalam atau melukai gendang telinga.

Tinnitus Retraining Therapy (TRT)

Ini adalah kombinasi dari konseling psikologis dan penggunaan alat bantu dengar khusus. TRT bertujuan untuk melatih kembali sistem saraf pusat agar tidak lagi mempersepsikan sinyal tinnitus sebagai suara yang mengganggu atau mengancam.

Perubahan Gaya Hidup

Mengurangi konsumsi kafein, alkohol, dan berhenti merokok dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah ke telinga. Selain itu, mengelola stres dengan meditasi atau relaksasi sangat efektif karena stres yang tinggi dapat memperburuk persepsi suara denging di telinga.

Kesimpulan

Mengalami telinga kanan berdenging bisa menjadi pengalaman yang mengganggu kenyamanan hidup sehari-hari. Meskipun sering kali disebabkan oleh faktor ringan seperti kotoran telinga atau kelelahan, tinnitus yang terjadi secara persisten pada satu sisi tidak boleh diabaikan. Dengan memahami penyebab medis yang mendasarinya dan melakukan konsultasi tepat waktu dengan ahli THT, Anda dapat menemukan solusi yang paling efektif untuk mengembalikan ketenangan pendengaran Anda. Selalu lindungi telinga Anda dari kebisingan ekstrem dan terapkan pola hidup sehat untuk menjaga fungsi auditori tetap optimal hingga usia tua.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow