Tenggorokan Sakit Corona dan Panduan Menghadapi Gejalanya

Tenggorokan Sakit Corona dan Panduan Menghadapi Gejalanya

Smallest Font
Largest Font

Tenggorokan sakit corona kini menjadi salah satu keluhan yang paling sering dilaporkan oleh pasien sejak kemunculan berbagai sub-varian Omicron. Berbeda dengan varian awal seperti Alpha atau Delta yang lebih banyak menyerang saluran pernapasan bawah dan paru-paru, varian-varian baru cenderung mengolonisasi saluran pernapasan atas. Hal ini menyebabkan gejala yang mirip dengan faringitis atau radang tenggorokan biasa, sehingga banyak orang sering kali terkecoh dan menganggapnya sebagai kelelahan atau panas dalam biasa.

Memahami karakteristik rasa sakit ini sangat krusial agar kita bisa mengambil tindakan yang tepat, baik itu melakukan isolasi mandiri maupun mencari bantuan medis profesional. Rasa tidak nyaman yang muncul biasanya diawali dengan sensasi gatal atau kering yang kemudian berkembang menjadi nyeri saat menelan. Dalam artikel ini, kita akan membedah secara mendalam mengapa infeksi virus SARS-CoV-2 menyebabkan gejala ini dan bagaimana strategi pemulihan yang paling efektif berdasarkan standar kesehatan terkini.

Pemeriksaan tenggorokan pada pasien suspect corona
Kondisi tenggorokan yang meradang akibat infeksi virus memerlukan penanganan yang tepat dan istirahat cukup.

Karakteristik Spesifik Tenggorokan Sakit Corona

Meskipun terlihat serupa dengan radang tenggorokan akibat bakteri (Strep throat) atau flu biasa, tenggorokan sakit corona memiliki beberapa ciri khas yang bisa diidentifikasi melalui pengamatan mandiri. Berdasarkan data klinis, nyeri ini sering kali muncul sebagai gejala pertama sebelum demam atau batuk timbul. Sensasi yang dirasakan sering digambarkan sebagai rasa perih yang tajam, seolah-olah ada duri yang mengganjal di saluran pernapasan atas.

Penting untuk dicatat bahwa pada infeksi COVID-19, rasa sakit ini biasanya menetap selama 3 hingga 5 hari. Jika disertai dengan hilangnya kemampuan indra penciuman (anosmia) atau perasa (ageusia), maka kemungkinan besar itu adalah infeksi virus corona. Namun, pada varian-varian terbaru, anosmia semakin jarang ditemukan, menjadikan nyeri tenggorokan sebagai indikator utama yang harus diwaspadai oleh setiap individu.

Perbandingan Gejala Tenggorokan

Untuk memudahkan Anda membedakan kondisi yang sedang dialami, tabel berikut merangkum perbedaan antara infeksi virus corona, flu musiman, dan radang tenggorokan akibat bakteri:

Gejala / Kondisi COVID-19 (Omicron) Flu Musiman Radang Bakteri
Nyeri Tenggorokan Sangat Sering (Dominan) Ringan hingga Sedang Sangat Hebat
Kecepatan Muncul Bertahap dalam 2-3 hari Mendadak Sangat Cepat
Demam Sering (Ringan-Sedang) Tinggi dan Mendadak Tinggi
Batuk Kering dan Terus-menerus Berlendir (Kadang) Jarang
Nyeri Otot Sering Terjadi Sangat Sering Jarang

"Munculnya nyeri tenggorokan di tengah situasi epidemiologis saat ini harus selalu dianggap sebagai indikasi awal COVID-19 sampai terbukti sebaliknya melalui tes diagnostik yang valid." - Praktisi Kesehatan Masyarakat.

Mengapa SARS-CoV-2 Menyerang Area Tenggorokan?

Secara biologis, virus penyebab COVID-19 memasuki tubuh manusia melalui reseptor ACE2 (Angiotensin-Converting Enzyme 2) yang tersebar luas di lapisan mukosa mulut dan tenggorokan. Ketika partikel virus terhirup, mereka menempel pada reseptor ini dan mulai bereplikasi dengan cepat di sel-sel epitel. Proses replikasi ini memicu respons inflamasi atau peradangan lokal.

Sistem imun tubuh kemudian mengirimkan sel-sel darah putih ke area tersebut untuk melawan virus, yang mengakibatkan pembengkakan, kemerahan, dan produksi lendir berlebih. Inilah yang menyebabkan sensasi tenggorokan sakit corona. Peradangan ini juga bisa merangsang saraf-saraf di sekitar faring, sehingga timbul rasa nyeri yang menusuk saat kita mencoba menelan makanan atau bahkan sekadar air liur.

Ilustrasi virus corona menyerang sel tenggorokan
Reseptor ACE2 di tenggorokan menjadi pintu masuk utama bagi virus SARS-CoV-2 untuk menginfeksi tubuh.

Langkah Penanganan Mandiri di Rumah

Jika Anda merasakan gejala tenggorokan sakit corona, jangan panik. Sebagian besar kasus dengan gejala ringan dapat ditangani secara mandiri melalui protokol isolasi mandiri (isoman) yang benar. Fokus utama dalam penanganan ini adalah meredakan peradangan dan memastikan tubuh memiliki energi yang cukup untuk melawan virus.

  • Hidrasi Optimal: Minumlah air putih minimal 2-3 liter per hari. Air membantu menjaga kelembapan mukosa tenggorokan sehingga rasa perih berkurang.
  • Gargle Air Garam: Melakukan kumur-kumur dengan air garam hangat (salt water gargle) sebanyak 2-3 kali sehari dapat membantu menarik cairan keluar dari jaringan yang bengkak dan membunuh patogen secara topikal.
  • Konsumsi Madu: Madu memiliki sifat antibakteri dan antiinflamasi alami yang dapat melapisi tenggorokan dan mengurangi iritasi.
  • Istirahat Total: Hindari aktivitas fisik berat. Tidur yang cukup sangat penting untuk regenerasi sel imun.
  • Menjaga Kelembapan Udara: Gunakan humidifier di dalam kamar untuk mencegah udara kering yang bisa memperparah nyeri tenggorokan.

Pilihan Obat Pereda Nyeri

Penggunaan obat-obatan bebas (Over-The-Counter) dapat membantu mengelola rasa sakit agar Anda tetap bisa makan dan minum dengan nyaman. Namun, pastikan untuk membaca dosis yang tertera pada kemasan atau berkonsultasi dengan apoteker.

  1. Paracetamol atau Ibuprofen: Efektif untuk menurunkan demam dan meredakan nyeri tubuh serta sakit tenggorokan.
  2. Lozenges (Permen Hisap): Permen yang mengandung antiseptik atau mentol dapat memberikan efek mati rasa sementara pada area yang sakit.
  3. Spray Tenggorokan: Semprotan yang mengandung zat antiradang lokal dapat bekerja langsung pada titik nyeri.
Seseorang meminum air hangat untuk meredakan radang
Konsumsi cairan hangat secara rutin sangat efektif meredakan sensasi gatal dan nyeri pada tenggorokan.

Kapan Harus Melakukan Tes Swab atau PCR?

Mengingat kemiripan gejalanya dengan penyakit lain, melakukan tes diagnostik adalah satu-satunya cara pasti untuk mengonfirmasi apakah itu tenggorokan sakit corona atau bukan. Anda sangat disarankan untuk melakukan tes Antigen atau PCR jika mengalami kondisi berikut:

Pertama, jika Anda memiliki riwayat kontak erat dengan orang yang terkonfirmasi positif COVID-19 dalam 5-7 hari terakhir. Kedua, jika gejala nyeri tenggorokan disertai dengan gejala sistemik lain seperti demam di atas 38 derajat Celcius, kelelahan ekstrem, atau sesak napas. Ketiga, jika Anda berada di kelompok risiko tinggi (lansia atau memiliki komorbid) yang memerlukan penanganan medis lebih dini untuk mencegah perburukan.

Melakukan tes bukan hanya untuk kepentingan pribadi, melainkan juga sebagai bentuk tanggung jawab sosial untuk memutus rantai penularan di lingkungan keluarga maupun tempat kerja. Jangan menunggu gejala menjadi berat sebelum melakukan pemeriksaan medis.

Prioritas Pemulihan dan Kewaspadaan Lanjutan

Menghadapi tenggorokan sakit corona memerlukan kesabaran dan ketelatenan dalam melakukan perawatan mandiri. Vonis akhir yang perlu diingat adalah bahwa nyeri tenggorokan ini hanyalah salah satu sinyal dari sistem imun kita yang sedang bekerja keras. Seiring dengan meningkatnya antibodi dalam tubuh, rasa sakit tersebut biasanya akan mereda secara perlahan dalam hitungan hari tanpa meninggalkan kerusakan permanen pada saluran pernapasan, asalkan ditangani dengan benar sejak awal.

Rekomendasi terbaik bagi Anda saat ini adalah tidak mengabaikan gejala sekecil apa pun. Tetaplah terhidrasi, konsumsi makanan bergizi yang mudah ditelan (seperti sup hangat), dan pastikan sirkulasi udara di ruang isolasi berjalan dengan baik. Jika dalam 5 hari kondisi tidak membaik atau muncul tanda bahaya seperti saturasi oksigen di bawah 95%, segera hubungi layanan telemidisin atau fasilitas kesehatan terdekat. Kewaspadaan dini tetap menjadi kunci utama dalam melewati masa pandemi ini dengan selamat dan sehat.

Sebagai langkah pencegahan di masa depan, pastikan status vaksinasi Anda sudah lengkap, termasuk dosis booster. Vaksinasi terbukti secara klinis mampu mengurangi keparahan gejala tenggorokan sakit corona, sehingga risiko komplikasi berat dapat diminimalisir secara signifikan. Tetap disiplin protokol kesehatan adalah investasi terbaik untuk kesehatan jangka panjang kita semua.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow